Senin, 17 Agustus 2009

sekolah mode


Esmod Jakarta
Jl. Asem II no. 3 - 5 Cipete
Jakarta Selatan 12410
Jakarta - Indonesia
Phone (62-21) 7659181-82, 7659089
Fax. (62-21) 7657517
marketing@esmodjakarta.com
http://www.esmodjakarta.com

La Salle College
LaSalle College International Jakarta
Sahid Office Boutique (Unit D - F)
Jl. Jend. Sudirman Kav 86
Jakarta 10220
Phone (021) 5785 1819
Fax (021) 5785 1820
Email: infojkt@lasallecollege.ac.id
http://www.lasallecollege.ac.id
- Sebagian pelajaran pengantarnya bahasa Inggris.

Susan Budiharjo
LPTB Susan Budihardjo
Jl. Cikini No. 58 FF - GG,
Telp. (021) 314 0575
Fax. (021) 323 526

Bunka School of fashion
Jl. Pembangunan III/14C
Jakarta
Telp: (021) 633-5759

Phalie Studio (khusus Phalie, seinget aku kemaren katanya pindah lokasi, jadi ada bagusnya telpon dulu ya)
Jl.Gading Indah Raya Blok C-24
Kelapa Gading
Jakarta 14240
Telp: 021 4584 4159/ 9298 3700/ 71681045
http://phaliestudio.wordpress.com/

Harry Dharsono Couture (Ini belum di cek skrg masih ada atau enggak setelah kebakaran beberapa waktu yg lalu)
Jl. Cilandak Tengah 71
Jakarta Selatan


Sekolah Mode Busana Budihardjo

* Address:
Jl. Limau 42-44
Kramat Pela, Jakarta Selatan
INDONESIA - 12130
* telepon: +62 21 7243221, +62 21 7245783
* fax: +62 21 7245783


Kursus Menjahit Rumah Mode Dreesmaking

* Address:
Kompl Kelapa Gading Permai Block QJ-4
Jl. Pelepah Asri I
Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara
INDONESIA - 14240
* telepon: +62 21 4515008

Buat temen-temen yang mau sekolah mode yang formal bisa pilih di :
AKADEMI SENI RUPA DAN DESAIN "ISWI
DIPLOMA TIGA (D.III) - DESAIN MODE
TERAKREDITASI BAIK
ALAMAT : PERUMAHAN TAMAN MODERN JL. DAHLIA BLOK E6 - CAKUNG
JAKARTA TIMUR
TELP. (021) 4616102 - (021) 4616103
E-mail : kampusasride_iswi@ymail.com
Kurikulumnya lengkap, Jaringan kerjanya baik, Biaya terjangkau bila dibandingkan dengan kursus !!!

Kalau temen-temen cari sekolah ajak ortu, datangi tempatnya, cekijinnya (kursus dan pendidikan tinggi), tanya ke mahasiswa dan dosennya sepuasnya; jangan hanya tanya di bagian pendaftaran !!!

Indonesia International Fashion Institute IIFI
Plaza 5 Pondok Indah Blok B9
Jl. Margaguna Kebayoran Baru Jaksel
Telp: 72788701 - 03
- Kurikulumnya sesuai kurikulum pendidikan Inggris dan beberapa pengantar dengan bahasa Inggris
- Dikabarkan pemiliknya adalah Poppy Dharsono dan salah satu pengajarnya adalah designer Urban Crew)

Itu beberapa yg sudah menghasilkan alumni - alumni yg cukup dikenal dan pengajarannya juga bagus. Sebetulnya ada banyak beberapa tempat maupun pengajar yang sekedar memberi kursus jahit dll tapi tidak terlalu jelas hasil alumninya dan tidak berbentuk sekolah formal berijasah. Alternatif lain, ambil distance learning atau online education.

Oya, jangan lupa memastikan dulu ya tujuannya belajar fashion design itu apa dan mau ke arah mana. Ada arahnya designer haute couture atau boutique atau industrial. Jadi lihat - lihat kurikulum pengajarannya, karena tiap tempat beda2 fokusnya. Misalnya Esmod lebih ke couture dan boutique, la salle lebih ke industri, Susan lebih ke kursus basic, dll. :)

Tentang lebih baik mengambil jenjang apa, kalau menurut aku sih balik lagi tergantung kamu maunya ke arah mana. Kalau kamu cuma yakin dengan instinct fashion kamu dan ngerasa lebih enak belajar sendiri, mending ambil yg basic aja. Tapi kalau kamu niatnya mau jadi designer di perusahaan retail, bagusnya ambil yg full S1 atau minimal D3 karena biasanya mereka butuh academic background. Kalau kamu mau design untuk brand sendiri atau bikin butik khusus, ya perdalam bagian2 yg khususnya, sementara basicnya mungkin cukup kursus aja, dll.

Fashion itu fleksible banget kok dan jalurnya juga sangat banyak. :) Sekarang di Indonesia juga udah banyak jalur2 fashion yg baru dan semakin diperluas, seperti skrg udah ada yg namanya visual merchandiser, fashion forecaster, fashion journalist, dll. Jadi cukup banyak area lapangan kerjanya. Tentuin aja tujuan kamu dulu. :)

:) Good luck ya!

------------

Well... sekedar informasi

Well...
sekedar informasi buat yang mau sekolah fashion di bandung....

ada di tatabusana UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)
yang dulunya namanya sih IKIP...
tapi berhubung karena sudah banyak jurusan yang tidak mengarah kependidikan,
makanya namanya jadi berubah....

nah, paket2 yang disediakan di tatabusana ada empat, yaitu; "kecantikan, kriya tekstil, garment, dan boutiqe"

"PAKET DESAIN" -> lebih mengarah ke menggambar desain2 pakaian yang sesuai dengan mood board, mengaplikasi gambar ke pakaian2 melalui corel & adobe photshop nya,memperindah gambar melalui photoshop, dan terakhir yang saya pelajari kami menggunakan software yang cukup langka dan gak bisa di instal secara sembarangan berhubung karena milik perusahan2 garmen.namanya software "desaign pro". software ini sangat mempermudah perancang dalam berkarya menciptakan suatu desain yang cepat dan indah"
tapi kami juga dibekali berbagai teknik jahit, seperti "pola instruksi, berbagai macam desain hiasan (quilting, patchwork, sulaman prancis, bangkok, jerman, aplikasi timbul, sulaman tiongkok,sulaman fantasi dll), busana tailoring, lingeri, dll... dan puncaknya akan mengadakan pagelaran fashion show diakhir kuliah...(tahun lalu kami pagelaran di cihampelas walk bandung)
aku kuliah di paket DESAIN nya loch... ;P

"PAKET BOUTIQE" -> lebih mengarah ke teknik jahit yang profesional, membuat busana2 etnik n cenderung ke arah adi busana. mereka juga membuat berbagai macam jenis teknik rajutan pakaian dan membuat aksesoris dan milineris pelengkap pakaian. terakhir aku lihat anak2 paket boutiqe membuat busana etnik dari berbagai daerah dan membuat berbagai aksesoris.

"PAKET KRIYA TEKSTIL"--> lebih ke pengelolaan tekstil nya sendiri.. seperi membuat batik cap, batik jumputan, teknik sablon, air brush, menenun dgn ATBM, pokoknya menghasilkan karya2 dari tekstil. terakhir melihat anak paket ini membuat busana dari karung goni.

"PAKET KECANTIKAN"--> mereka lebih ke tata rias wajah.... dan tata rias seperti body panting dll..

"PAKET GARMENT"--> berhubung karena peminat nya sedikit, maka tahun ini paket garment ditiadakan. gak tau klo tahun depan....

well.. klo mau tau info selengakapnya mengenai kampus ku ini (UPI) silahkan hub aku lewat email
septri_gracefull@yahoo.com

------------

hi nama gw arum..gw lulusan tata busana Universitas negeri jakarta angkatan 2002...
just info..klo fashion design S1..saat ini baru univ negeri jakarta yang punya...ato semacam UNY di yogya...
kita dulu IKIP..yang emang pada akhirnya lulus sebagai sarjana pendidikan spesialisasi tata busana..
nah,krn qta lulus sebagai pendidik..maka selama kuliah qta diajarin semua mata kuliah..busana pria,busana anak,busana wanita,menjahit,mendesain,draping..trus ada PKL diindustri, praktek ngajar di SMK, sampe fashion show didepan publik..yg panitia n desinernya qta sendiri...trus krn S1 maka qta lulus wajib pake skripsi..
yah bwt penelitianlah ttg fashion design...fashion design luas..maka klo dibwt penelitian seru juga...
oya,jalur masuknya klo gw dulu lwt SPMB..klo skrg apa ya?? yg jls ujian masuk perguruan tinggi negeri...tpi udah dibuka juga ko jalur khusus..jd gak lwt SPMB...ada juga D3

emang si..univ spt IKIP (jakarta,bandung,semarang or yogya) gak sekomersil ESMOD ato LASSALE...padahal yang namanya tata busana di IKIP udah ada sejak tahun 1970an...tpi lulusan dr qta gak selalu jd guru...kya gw sendiri jd desainer di apparel industry...temen gw jg ada yg kerja jd stylish di majalah...sukses ato enggaknya lulusan semua itu tergantung mahasiswanya yg mau kerja keras cr ilmu ditempat lain...magang,nonton fashion show,bc mjlh luar..semuanya itu atas inisiatif mahasiswa sendiri..dosen si jarang nyuapin qta...juga dalam mengembangkan karya..mahasiswa hrs pya kreativitas...

bagusnya si klo msk fashion design paling enggak ngerti dasar2 menjahit...krn itu berhubungan dg pola yg pake penalaran dan logika..gmn mendesain sesuatu jg hrs dipikirkan teknis pembuatannya..dg demikian sang desiner lbh pintar..meskipun sdh ada tukang jait yg siap ngerjain...

oya,knp gw pilih S1 sekalian..krn gw bpikir u/ambil s2 fashion design di luar (msi ngumpulin dana si =) )
emang si..kuliah agak lama (4taon)..tpi pengalaman menulis skripsi membuat gw tau gmn caranya nulis..
jujur aja..krn kebiasaan dpt mata kuliah praktek..u/kembali membaca apalagi nulis..males bgt!! gw jg jd tau klo textbook u/fashion di indonesia sedikit bgt...pdhl fashion bukan hanya sekedar pake baju...tpi jg bisa dijadikan teori dan dianalisis..(krn fashion berhubungan dg gambaran sosial suatu masyarakat..menarik lho!)
nah maka dari situ seorang desainer dlm mbwt karya bukan berdasarkan insting tpi dg mmperhatikan keadaan masyarakatnya..

===========

Lembaga Kursus Tata Busana Wiwi
Berbasis kompetensi DepDikBud
Izin resmi DepDikNas, Berijazah Negara
Jl. KH.Agus Salim No 30 / 8,
Jakarta Pusat 10340
Telp : ( 62-21) 3102936, 392 1978,
Fax : ( 62-21 ) 3192 7651
email : clard@dnet.net.id
Site:http://www.wiwicouture.com
http://wiwicouture.blogspot.com

Kami menyelanggarakan program:
Kelas Regular :
1. Tingkat Dasar ~ 32 x pertemuan, @ 3 jam ( 4 bulan )-- RP. 3.000.000
2. Tingkat Terampil ~ 40 x pertemuan, @ 3 jam ( 5 bulan )-- RP. 4.500.000
3. Tingkat Mahir ~ 48 x pertemuan, @ 3 jam ( 6 bulan )-- RP. 5.500.000

Kelas : Intensive.
Workshop : ( Group ) Quilting, Textile painting; Sulam pita; Payet & Mote, dll.
Staf pengajar kami berpengalaman 30 ~ 40 tahun dibidang Fahsion Design & Dressmaking, berijazah dalam & luar negeri, Assessor Kompeten BNSP.

Jadwal :
Senin,Selasa,Rabu,Kamis:
09:00 ~12:00,
13:00 ~16:00,
18:00 ~ 21:00 (Group: min. 4 peserta)
Jumad :18:00 ~ 21:00
( Group : min. 4 peserta )

Nadiya Mustafa
http://www.nadiyamustafabaabad.multiply.com
http://www.ellabutik.com
http://www.ellabutik.multiply.com

===============

hallo..sekedar ingin berbagi pengalaman, aku lulusan susan budihardjo bali angkatn 2006. sebenarnya sih tergantung kitanya aja serius ato ngga ngejalaninnya, entah itu kuliah ato sekedar kursus, trus terang waktu sekolah rasanya ga dpt apa, tapi waktu udah ngejalanin kerja, ilmu2 di skolah baru ketauan manfaatnya. slain itu...harus banyak lagi tanggap akan kejadian yang ada di dunia kerja, maksudnya kerja sambil belajar itu yang paling penting... skarang aku jadi tenaga pengajar di sana n asisten designer di salah satu brand di bali.. semuanya ga di dapet gratis...mulai dari menangis nangis darah itu biasa...hehehe
temen2 bisa kirim e mail ke ariantika_dian@yahoo.com
seneng bisa nambah2 temen...
thanks...
=============

Shal sorry baru liat..:) Maksudnya sekolah fashion yg cuma ngajarin designnya itu gemana ya? Cuma ngajarin ilustrasi aja maksudnya? Kalau sekedar ilustrasi aja sih bisa belajar dari buku atau belajar sendiri. Karena yg namanya design ga selalu harus sempurna kok. Yang penting cukup jelas untuk proses produksi.

Biasanya kayak La Salle atau Esmod atau Phalie gitu ngajarin kok kelas ilustrasi aja.

===============


Kursus Menjahit Rumah Mode Dreesmaking

  • Address:
    Kompl Kelapa Gading Permai Block QJ-4
    Jl. Pelepah Asri I
    Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara
    INDONESIA - 14240
  • telepon: +62 21 4515008
=======
http://www.urbanesia.com/

Kursus Menjahit Juliana Jaya

Jl. KH Hasyim Ashari 22
Sudimara Barat, Tangerang 15151




SEKOLAH PRIVAT MODE & TEHNIK MENJAHIT BUSANA HALUS

Jl. Mampang Prapatan XVIII No.102,

Komplek Keuangan, Duren Tiga,

Pancoran, Jakarta Selatan, Indonesia - 12760

Phone : 021 - 7984794 / 7983506

Mobile : 08158885441

E-mail : info@ikkis.net







SEKOLAH mode ESMOD Jakarta kembali meluluskan para talenta muda di bidang rancang busana. Mengambil tema acara "ESMOD Fashion Festival", terpilihlah sederet nama siswa yang berhasil membuat karya apik dan layak jual.

Nama siswa yang berpeluang menerima penghargaan dari ESMOD adalah Sylvie Hendrawaty (Best Pattern Drafting Award-Children's Wear), Seini Margaretha (Best Fashion Design Award-Men's Wear), Vina Pallas (Best Pattern Making Award-Men's Wear), Listiyani Wulandari (Best Pattern Drafting -Women's Wear), Yoshita Hirotha (Best Fashion Design Award-Woman's Wear), Julianita Linasari (Golden Neddle Award), Tasya Ascobat (Fashion Bisnis Award) Adrian Adjie Arifin (Student Recognition Award) dan Yoshita Hirota (Special Juri Award).

"Penghargaan tersebut diberikan kepada siswa yang berhasil membuat busana dengan mementingkan kualitas desain, cutting, pola, bisnis, dan beberapa kriteria lainnya. Saya kira lulusan tahun ini secara kualitas lebih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya," tutur Marketing & Event Manager ESMOD Jakarta Maria Tinche yang ditemui okezone di Plaza Bapindo Jakarta, Kamis (26/7/2008) malam.

Sependapat dengan Maria, lulusan ESMOD 2003 yang kini merintis karier sebagai desainer, Hian mengaku kreativitas lulusan ESMOD 2008 memang terlihat bagus. Mereka tidak hanya membuat koleksi pria dan wanita, tetapi koleksi anak-anak pun ada.

"Kreativitas mereka harus terus dikembangkan, agar ketika memutuskan menjadi desainer bisa lebih mengetahui keinginan pasar," saran Hian.

Tahun 2008 ini ESMOD meluluskan 32 siswa yang mengambil spesifikasi program men's wear (14 siswa), woman's wear (11 siswa), dan children's wear (7 siswa).

"Kami senang lulusan tahun ini mempunyai kreativitas yang bagus. Karena itu, kami pun yakin bahwa selepas ini mereka bisa eksis sebagai desainer atau profesi lain yang ada kaitannya dengan bidang mode," tutur Presiden Direktur ESMOD Jakarta Maya Dewi kepada okezone di Aula ESMOD Jakarta, Jalan Asem Dua Cipete Jakarta, belum lama ini.

Pernyataan Maya Dewi memang bisa diamini karena banyak alumni ESMOD Jakarta yang sukses meniti karier di bidang mode. Kebanyakan dari alumni Esmod bekerja di industri yang berhubungan dengan tekstil, garmen, dan fashion, juga membuka usaha sendiri sebagai desainer. "Banyak siswa Esmod sekarang ini sudah menjadi sebagai desainer terkenal," lanjutnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, karya siswa ESMOD memang sangat eksploratif dan atraktif. Mereka benar-benar all out mengeluarkan kreativitas dalam membuat koleksi busana.

"Setiap siswa mendapat tugas membuat lima koleksi, baik first line dan second line. Sebelum ditampilkan seperti sekarang, koleksi mereka dipresentasikan kepada kami para desainer," sambung Ketua Dewan Juri Woman's Wear Musa Widyatmodjo.

Menurut Musa, koleksi mereka memang sangat beragam. Ada yang bagus, tapi ada pula yang berlebihan. Pun begitu, Musa memaklumi posisi mereka masih sebagai siswa yang masih sangat idealis. Tapi ketika mereka lulus, Musa pun menyarankan kepada para lulusan ESMOD untuk membuat koleksi yang sangat realistis. "Saya pikir kreatifitas akan bagus jika ditunjang pula dengan komersialitas," ujar mantan Ketua Umum Pusat Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).

Untuk Fashion Festival 2008, ESMOD mengambil tema True Colors. Tema tersebut memberi arti bahwa kebebasan berkreasi dan berekspresi diberikan kepada siswa ESMOD untuk menghasilkan suatu karya rancangan yang original dan menonjolkan karakter dari masing-masing siswa tanpa batasan apapun.

"Fashion Festival merupakan puncak berakhirnya studi para siswa dan sebagai langkah awal untuk memperlihatkan hasil kerja keras mereka selama studi tiga tahun. Ajang ini juga sekaligus sebagai media untuk memperoleh tawaran kerja di bidang mode dari desainer, perusahaan garmen & tekstil, serta media," papar Maya Dewi lagi.

Pada acara ini para siswa ESMOD juga menampilkan hasil kolaborasi berupa desain kontes yang diperuntukkan bagi siswa ESMOD dari berbagai tingkat kelas. Kolaborasi tersebut dengan Cristallized, PT Lea Sanent, PT Summarecon Agung Tbk, IDEKU, dan PT Mitra Adi Perkasa.






SAAT ini, busana bukan hanya berfungsi sebagai penutup aurat saja, melainkan juga sudah memiliki fungsi sebagai ajang pengekspresian dan eksistensi diri.

Tidak jarang pula busana dijadikan sebagai ajang pembuktian prestise yang dimiliki oleh. Bahkan, golongan sosial seseorang pun tercermin dari busana yang dikenakannya. Itulah salah satu alasan dunia mode di Indonesia berkembang dengan pesat.

Perkembangan ini tentunya harus didukung dengan SDM yang berpendidikan. Keberadaan sekolah mode di Indonesia tentunya memiliki pengaruh yang besar terhadap dunia mode di negara ini. Apalagi di era industri kreatif yang berkembang pesat saat ini, sekolah mode menarik perhatian banyak pihak, sekaligus membuka celah bagi lapangan pekerjaan baru.

Fashion school tampaknya sudah mulai dilirik banyak kaum muda. Dengan semakin berkembangnya dunia mode di Indonesia, eksistensi sekolah fesyen juga terkena imbasnya. Hal ini terlihat dari meningkatnya minat kaum muda terhadap dunia fesyen dan bertambahnya jumlah siswa sekolah mode.

Salah satu pengajar sekolah mode La Salle College International Jakarta, Truly Hutagalung, mengatakan sejak tahun 2000 sampai sekarang, siswa La Salle mengalami peningkatan yang signifikan. Saat ini siswa yang belajar mode sudah mencapai 200?250 orang.

Lebih lanjut, menurut Truly, dengan adanya sekolah mode, Indonesia akan semakin banyak memiliki sumber daya manusia (SDM) yang lebih berpengalaman dalam bidang fesyen karena memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai.

"Dengan begitu, bakat yang dimiliki oleh para SDM yang bekerjadi dunia fesyen akan semakin mudah dikembangkan, sehingga dunia fesyen di Indonesia juga akan semakin cepat berkembang," jelas Truly.

Indonesia sendiri memiliki beberapa sekolah mode yang bisa menjadi alternatif, mulai waralaba sekolah mode internasional seperti La Salle College International Jakarta, Bunka School of Fashion dan ESMOD, atau sekolah mode lokal layaknya Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo atau Indonesia International Fashion Institute (IIFI).

La Salle College International Jakarta, yang sudah berdiri sejak 1997, saat ini merupakan salah satu sekolah mode yang terkenal di Indonesia.

La Salle memiliki dua program di bidang fashion, yaitu fashion design dan fashion business. Truly menjelaskan, dalam fashion design, siswa akan mempelajari bagaimana cara mendesain sebuah busana sampai proses produksinya.

Siswa yang mengambil program ini nantinya dapat memiliki karier sebagai seorang desainer, konsultan fashion, fashion stylist, sampai wartawan fesyen. Sedangkan dalam fashion business,yang dipelajari adalah bagaimana cara membuat sebuah branded dan pemasarannya.

Untuk program ini, siswa nantinya dapat bekerja sebagai editor fashion, brand manager, sampai pemilik butik. Kontribusi La Salle terhadap dunia yang identik dengan serba glamor ini tidak perlu diragukan lagi. Saat ini sudah banyak lulusan dari La Salle yang bekerja sebagai store manager, brand manager, bahkan desainer di sebuah label yang tentunya akan memajukan industri mode di Indonesia.

Untuk ke depannya, Truly memprediksikan, dunia fesyen di negara ini akan semakin bertambah baik dengan jumlah produksi yang semakin meningkat. Prediksi ini diucapkan bukan tanpa dasar. Truly mencontohkan, dalam beberapa tahun ke depan, jumlah mal yang ada di Indonesia akan semakin bertambah.

"Nah, 80 persen dari isi mal adalah pakaian dan kemungkinan sebagian besar merupakan produksi Indonesia. Jadi bukan tidak mungkin dunia mode di negara kita akan terus semakin berkembang," jelasnya.

Seperti juga La Salle, ESMOD pun memiliki tujuan dan program pengajaran yang tidak jauh berbeda. Hasil pendidikan dan pengalaman yang didapat para siswa selama studi di ESMOD, kemudian akan diperlihatkan dalam sebuah presentation show saat kelulusan. Presiden ESMOD Jakarta Maya Dewi Hartanto mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk ujian terakhir dan debut siswa-siswi ESMOD.

"Di Graduation Show, kami membiarkan mereka berkreasi dan berekspresi dalam mewujudkan karya. Dengan begitu, mereka akan menunjukkan warna asli yang akan menjadi karakter dan ciri khas masing-masing murid," ujarnya.

Ya, di ESMOD, Graduation Show merupakan puncak berakhirnya masa studi sekaligus gerbang awal bagi mereka untuk memperlihatkan hasil kerja keras selama studi 3 tahun. Tidak ketinggalan menjadi ajang memperoleh tawaran kerja dari para pelaku mode yang akan hadir dalam acara tersebut. Lewat Graduation Show tersebut, hingga saat ini, terdapat setidaknya 492 alumni yang telah berhasil merintis jalannya di bidang mode, bahkan beberapa di antaranya telah memiliki label busana maupun aksesori sendiri.

Namun sayang, perkembangan dunia mode sepertinya tidak akan diikuti dengan semakin banyaknya sekolah mode yang ada di Indonesia. Truly beranggapan para pemilik modal masih belum banyak yang berminat membuat sekolah mode karena dianggap tidak menguntungkan. Itulah mengapa kebanyakan sekolah mode yang ada di Indonesia merupakan cabang dari fashion school dari luar negeri.

Karena masuk dalam kategori sekolah internasional, tidaklah aneh jika biaya sekolah mode tergolong mahal. Namun Truly berpendapat, "Uang yang dikeluarkan oleh para siswa tentu akan sepadan dengan hasil yang nantinya akan mereka dapatkan.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

imindowoman Copyright © 2009 Cosmetic Girl Designed by Ipietoon | In Collaboration with FIFA
Girl Illustration Copyrighted to Dapino Colada